Matoa Indonesia Membawa Jam Buatan Tangan Khas Indonesia ke Seluruh Dunia dengan Google Ads

¹Sumber: “Google Display Network.” Artikel Think With Google. March 14, 2013 ²Sumber: “Remarketing.” Artikel Think With Google. March 14, 2013 ³Sumber: Consumer Barometer

Penjual jam tangan dari Bandung membawa bisnisnya ke dunia online dan meningkatkan penjualan sebesar 160% dalam satu tahun.

Download
artikel

Meraih kesempatan untuk membuat perubahan

Lucky D. Aria merupakan anak tunggal dan tulang punggung keluarganya. Setelah lulus SMA, ia mengorbankan pendidikan lanjutannya untuk mencari pekerjaan. Namun pendapatannya yang saat itu hanya 1 juta rupiah per bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan hal inilah yang mendorongnya untuk mencari perubahan.

Pada tahun 2010, Lucky mengambil risiko besar untuk meninggalkan pekerjaannya demi membangun Matoa, sebuah bisnis yang menjual jam buatan tangan yang berasal dari bahan kayu yang didaur ulang. Lucky menghabiskan tabungannya untuk berhenti dari pekerjaannya selama 1 tahun dan menggunakan waktunya untuk mendalami preferensi konsumen. Ia menyadari bahwa agar produknya dapat diterima dengan baik, penting baginya untuk membuat produk yang diinginkan masyarakat.

Di tahun 2011, jam tangan Matoa pertama kali diluncurkan di sebuah pameran lokal kecil-kecilan di Bandung. Desain Matoa yang unik dan terinspirasi dari budaya Indonesia ini ternyata membantu meningkatkan kecintaan pelanggan terhadap produk tersebut. Tidak lama kemudian, Lucky mulai mencari pembeli di luar Bandung, namun ia menghadapi kendala: Matoa belum memiliki dana yang cukup untuk membuka toko fisik. Bertekad untuk mengatasi tantangan ini, Lucky memutuskan untuk membangun toko digital untuk Matoa -- sebuah situs -- untuk bisnisnya.

Seorang pemula menjadi ahli pemasaran digital dalam beberapa bulan

Pada mulanya, Lucky mempromosikan situs Matoa melalui media sosial. Namun karena penjualan online yang didapatkan masih rendah setelah beberapa tahun, ia memutuskan untuk mencoba cara lain. Matoa memerlukan alternatif baru untuk menjangkau calon pelanggan yang tertarik dengan produknya. Hal inilah yang membuat Google Ads, platform iklan yang memanfaatkan jaringan Search Network dan lainnya, berhasil menarik perhatian Lucky di tahun 2016. Google Ads bekerja dengan cara menargetkan serangkaian kata yang spesifik, disebut kata kunci, yang digunakan oleh orang-orang untuk mencari produk secara online. Dengan menargetkan kata kunci yang tepat, Matoa dapat muncul kapanpun seseorang mencari hal yang berhubungan dengan produknya.

Lucky menunjuk Taufik -- seorang mantan akuntan yang pada saat itu tidak memiliki pengalaman di bidang pemasaran online -- untuk mengembangkan penjualan dan kesadaran merek Matoa melalui Google Ads. Taufik membangun akun Google Ads Matoa dari awal, belajar dari referensi online yang tersedia seperti Pusat Bantuan Google Ads dan video bantuan di YouTube. Taufik bekerja sama dengan tim dukungan Google Ads untuk mengklarifikasi konsep produk dan mendiskusikan strategi periklanan Matoa.

Dengan adanya bantuan tersebut, Taufik dengan cepat mengasah kemampuan Google Ads-nya dan merancang strategi keberhasilan Matoa yang terbagi dalam 3 tahap. Pertama-tama, ia memperkenalkan merek Matoa kepada pengguna baru melalui situs-situs dan aplikasi populer di Display Network, sebuah jaringan yang mampu mencapai lebih dari 90% pengguna internet di seluruh dunia. Kedua, ia menjangkau kembali pengunjung situs Matoa dengan iklan pemasaran ulang. Iklan jenis ini menargetkan orang-orang yang sudah pernah berkunjung namun meninggalkan situs tanpa melakukan pembelian, sehingga mendorong mereka untuk mengunjungi situs Matoa kembali. Hal ini bertujuan supaya Matoa tetap berada dalam pertimbangan konsumen dan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian. Ketiga, Taufik juga memastikan supaya iklan Matoa di Search Network menargetkan anak muda, agar iklan tersebut muncul ketika audiens yang ditargetkan ini melakukan pencarian yang berkaitan dengan produk Matoa. Hal ini dikarenakan kebanyakan anak muda saat ini menggunakan Search sebagai penasihat mereka dalam berbelanja.

Google Ads memungkinkan usaha kecil menengah (UKM) untuk bermimpi besar

Iklan Matoa menerima hampir 15,5 juta tayangan dan lebih dari 40.000 klik per bulan di jaringan iklan Google. Hampir sepertiga dari klik tersebut menghasilkan konversi penjualan online untuk Matoa. Secara keseluruhan, strategi dengan 3 tahap yang diterapkan oleh Taufik berhasil mendorong 160% kenaikan penjualan di tahun 2016, yang mana 70%-nya berasal langsung dari iklan. Saat ini, 90% dari pesanan yang diterima berasal dari kunjungan situs dari pengguna di seluruh Indonesia. Perusahaan ini bahkan telah menembus pasar Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Pengalaman Matoa ini menunjukkan bahwa modal minimal tidak lagi menjadi penghalang bagi pengusaha untuk bermimpi besar. Keberadaan internet kini memberikan pemilik bisnis kesempatan untuk berbagi kegemaran mereka dengan calon pelanggan di seluruh dunia secara praktis.

“Kami terlambat dalam memaksimalkan penggunaan situs kami, namun pada tahun 2016 saat kami mulai menggunakan Google Ads, kami menarik lebih banyak bisnis online, dan penjualan dalam setahun meningkat sebesar 160%.”

Lucky D. Aria, Pendiri, Matoa